di mobil, pada sore hari
Andai, hidup senyaman duduk di mobil dekat jendela di sore hari.
Lalu, tantangan seperti jalanan di hari libur yang sepi, tak banyak orang berlalu lalang.
Tak ada suara bising yang mengganggu musik yang kudengarkan melalui earphone.
Angin berhempus tipis dari jendela.
Apabila kupejamkan mata, yang kulihat hanya kekosongan. Bukan lagi bayangan ketakutan akan masa lalu dan masa depan.
Aku merasa ingin kabur dari kekhawaatiran yang tak kunjung usai. Kukira, meresahkan masa depan adalah sebuah kewasapadaan agar kita siap menghadapi tantangan, dan mengingat masa lalu adalah sarana berkontemplasi agar tak mengulangi kesalahan yang sama. Tapi, seringkali masa depan hanya ketakutan akan kegagal yang sama. Dan masa lalu, adalah luka yang tak kunjung sembuh.



Komentar
Posting Komentar